TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH

TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH

  1. Memandikan Jenazah

Sekurang-kurangnya dalam memandikan adalah meratakan air keseluruh badan mayit yang sudah dibersihkan dari segala najis dan kotoran. Adapun tata cara mandi yang lebih sempurna adalah melaksanakan segala ketentuan mandi baik yang wajib maupun yang sunah.

Sebelum memandikan jenazah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Sebelum mulai memandikan jenazah persiapkan dulu semua kelengkapan mandi, seperti :
  2. Air sabun satu buah tempat dan cebokan mandinya sendiri
  3. Air kapur barus satu buah tempat dengan cebokan mandinya sendiri
  4. Air bersih ( air mutlak ) satu buah tempat dengan cebokan mandinya sendiri
  5. Agar memudahkan dalam memandikan mayit diperlukan sekitar 5 orang yang bertugas yaitu :
  6. Satu orang bertugas membersihkan dari kepala sampai kepusat bagian atas maupun bawahnya
  7. Satu orang bertugas membersihkan dari pusat sampai ke dubur dan sekitarnya bagian atas maupun bawahnya
  8. Satu orang bertugas membersihkan dari paha sampai ke ujung kakinya, atas maupun bawahnya
  9. Satu orang bertugas menyiram air dari kepalanya sampai bagian pinggang
  10. Satu orang lagi bertugas menyiram air dari bagian pinggang sampai ke ujung kakinya

Agar lebih mudah dan praktis dalam memandikan mayit semua air yang sudah dipersiapkan diletakan disebelah kiri

Perhatian : Bagi yang bertugas menggosok mayat pada bagian auratnya kedua tangannya wajib memakai sarung tangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, karena haram menyentuh aurat mayit tanpa memakai lapis tangan

  1. Sebelum memulai proses mandi, letakan mayit menghadap kiblat, atau posisi kedua kakinya mengarah kearah kiblat sampai proses mandi selesai dilaksanakan
  2. Mandikanlah mayit ditempat tertutup yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang bertugas memandikan serta ahli warisnya
  3. Ketika dimandikan, badan mayit agar tetap dalam keadaan tertutup supaya auratnya tidak kelihatan
  4. Sunat mengharumi tempat tersebut dengan sesuatu yang disukai oleh Malaikat, seperti membakar gharu, kayu setanggi, dan lain-lain

Melakukan proses istinja atau membersihkan kubul dan dubur mayat dengan niat :

بسم الله الرحمن الرحيم نويت الإستنجاء لهذا الميت فرضا لله تعالى

Artinya : Sajaku beristinja untuk mayit ini pardu karena Allah

Lalu alirkan air sabun sambil menggosoknya dengan tangan kiri yang terlapis kain yang sudah dipersiapkan. Semua dilakukan dari bawah kain penutup mayit sampai terasa bersih, setelah itu bagian perut mayit diurut secara perlahan-lahan secara berulang-ulang agar kotoran yang masih tersisa keluar dan sambil mengalirkan air.

Setelah selesai istinja lalu berdo’a :

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم طهر قلبه (ها) من النفاق وحصن فرجه (ها) من الفواحش

Ya Allah bersihkanlah hatinya dari sifat munapik dan peliharalah kemaluannya dari perbuatan keji

  1. Setelah itu baru dilakukan proses mandi kubal ( menghilangkan kotoran dari badan mayit ) dengan cara :
  2. Siram badan mayat dalam posisi telantang dengan air sabun sampai rata
  3. Siram badan mayat bagian sebelah kanan dengan air sabun sampai rata
  4. Siram badan mayat bagian sebelah kirinya dengan air sabun sampai rata

Gosok seluruh bagian tubuh mayit sampai bersih secara perlahan-lahan, setelah itu baru disiram dengan air biasa sampai bersih

Pada proses mandi kubal ini bersihkan juga kotoran/daki yang terdapat pada kuku tangan serta kaki mayat seperlunya dengan air sabun

Setelah itu menyugi mayit dengan kelingking tangan kanan yang terbungkus kain dengan cara sebagai berikut :

  1. sebelum disugi kumuri mulut mayat dengan air
  2. Bersihkan juga lobang hidungnya
  3. bersihkan kedua telinganya
  4. Setelah itu baru diwudukan dengan niat sebagai berikut :

نويت الوضوء لهذا الميت سنة لله تعالى   بسم الله الرحمن الرحيم

Artinya : Sahajaku mewudukan mayit ini karena Allah ta’ala

 

Lapaz mewudukan mayit perempuan

بسم الله الرحمن الرحيم نويت الوضوء لهذه الميت سنة لله تعالى

Artinya : Sahajaku mewudukan mayit ini karena Allah ta’ala

 

Lalu siram dengan air bersih sambil menggosok-gosok anggota wudu yang disiram, serta membuka kain yang menutup anggota wudunya

Setelah selesai wudu’ membaca do’a seperti :

اللهم اجعلني واياه (ها) من التوابين واجعلني واياه (ها) من المتطهرين واجعلني واياه (ها) من عباد الصالحين

  1. MANDI SEMBILAN

Mandi Sembilan merupakan proses mandi selanjutnya setelah melakukan berbagai hal tersebut di atas. Ada dua cara yang sering dipakai dalam mandi Sembilan ini yaitu :

Berniat memandikan mayit dengan lafaz :

بسم الله الرحمن الرحيم نويت الغسل لهذا الميت فرضا لله تعالى

Artinya : Sahajaku memandikan mayit ini  pardu karena Allah ta’ala

Niata memandikan mayat perempuan

بسم الله الرحمن الرحيم نويت الغسل لهذه الميت فرضا لله تعالى

Artinya : Sahajaku memandikan mayit ini pardu karena Allah ta’ala

 

 

  1. BERSELA-SELA
  2. Memakai air sabun
  3. Lalu air biasa
  4. Air sabun
  5. Air biasa
  6. Air sabun

6.Air biasa

  1. Air sabun
  2. Air bercampur kembang
  3. Air kapur barus

 

  • TIDAK BERSELA-SELA
  1. Memakai air biasa
  2. Air biasa
  3. Air biasa
  4. Air Sabun
  5. Air sabun
  6. Air sabun
  7. Air biasa
  8. Air biasa bercampur kembang
  9. Air kapur barus

Ingat setiap kali menyiram/membasuh tubuh mayit dengan air, dari awal mulai mandi sampai selesai agar diiringi dengan bacaan :

  1. Ketika mayit dalam posisi telentang

غفرانك يا الله ياربنا واليك المصير

  1. Ketika mayit disiram dalam posisi miring kesebelah kanan

غفرانك يارحمن ياربنا واليك المصير

  1. Ketika mayat disiram dalam posisi miring kesebelah kiri

غفرانك يارحيم ياربنا واليك المصير لااله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شيء قدير

 

Setelah proses mandi selesai segera keringkan mayit, ambil kain kering untuk menutup mayit dan tariklah kain basah yang dipakai mandi tadi dengan cara ditarik dari bagian bawah kakinya sampai tertarik semua, dan tutuplah mayat agar auratnya tidak terbuka. Setelah itu pindahkan mayat ketempat kain kapan yang sudah disiapkan sebelumnya untuk proses pengapanan.

 

PERHATIAN

Untuk anak yang meninggal dunia saat dilahirkan ( keguguran ) ada dua kemungkinan yang harus diperhatikan :

  1. Jika usia kandungan 6 (enam) bulan atau lebih maka mayat anak ini wajib diselenggarakan sebagaimana halnya orang dewasa, yakni : dimandikan, dikapankan, disembahyangkan, dan dikuburkan ( baik meninggalnya didalam perut maupun setelah lahir )
  2. Jika usia kandungan belum sampai enam bulan, maka ada tiga cara penyelenggaraan jenazahnya :
  3. Jika ketika keluarnya ada tanda-tanda kehidupan, seperti menangis atau bergerak, maka dilaksanakan sebagaimana mayit dewasa
  4. Jika tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan waktu lahirnya, tetapi sudah berbentuk manusia, maka wajib dimandikan, dikapankan, dikuburkan, dan tidak wajib di sembahyangkan
  5. Jika masih belum ada bentuk manusia, tetapi berupa sepotong daging semata, maka tidak wajib diperbuat apa-apa tetapi sunah dibungkus dan ditanam
  6. Jika anak laki-laki yang belum besunat meninggal dunia, selain dimandikan juga harus ditayamumkan. Pelaksanaan tayamum boleh dilaksanakan sebelum mandi atau sesudah mandi. Akan tetapi agar tidak mengotorinya sebaiknya tayamum dilaksanakan sebelum dimandikan agar sisa-sisa debu tayamum bisa dibersihkan bersamaan ketika proses mandi, hal ini mengikuti pendapat Syakh Ibnu Hajar Al Haitami, cara tayamumnya sama seperti tayamum orang hidup, yakni anggota tayamumnya muka dan kedua tangannya. Lafaz niat tayamum adalah :

نويت التيمم لهذا الميت فرضا لله تعالى

Sahajaku tayamum untuk mayit ini pardu karna Allah ta’ala

  1. Jika mayat laki-laki yang boleh memandikannya laki-laki juga, begitu pula jika mayatnya perempuan maka yang memandikannya perempuan. Kecuali muhrimnya, maka tidak ada batasan baginya, yaitu boleh saja dia memandikan mayat laki-laki maupun mayat perempuan

 

  • MENGKAPANKAN MAYIT
  1. Sebelum membuat kapan, terlebih dahulu ukur panjang mayit. Setelah diketahui panjangnya maka potonglah kain kapan yang tersedia sebanyak 5 ( lima ) potong dengan melebihi dari panjang mayit sekitar 30 cm.
  2. Ukuran kain kapan yang tersedia biasa tidak cukup lebarnya untuk menutupi badan mayit sehingga harus disambung agar lebih lebar dan dapat menutupi badan mayi ketika dikapankan
  3. Disunahkan waktu merobek kain kapan membaca do’a

اللهم اجعل لباسه عن الكريم وادخله يا الله الجنة برحمتك يا ارحم الراحمين

  1. Dua potong kain dari yang 5 (lima ) tadi masing-masing dibelah dua sehingga menjadi 4 ( empat ) lembar.

Tiga lembar disambungkan dengan kain yang tiga potong yang masih utuh, dan satu potong sisanya dipakai untuk keperluan lain, seperti membuat cawat, serta membuat sarung tangan untuk menguradu

( orang yang bertugas membersihkan bagian aurat ) serta untuk keperluan istinja mayit

  1. Tali pengikat mayat ada lima tempat dan dapat diambil dari sobekan pinggir kain kapan, yaitu :
  2. Ikatan pada ujung kepala mayat
  3. Bahu
  4. Pinggang
  5. Lutut
  6. Diujung kaki
  7. Setelah kain kapan selesai dibuat, maka sebelum mayat dibungkus, susun dulu kain kapan tadi disamping mayat agar lebih mudah mempaskan posisi tali yang lima tadi, mempaskan posisi cawat, serta bajunya. Dan disetiap lapis kain kapan agar ditaburi dengan bubuk kapur barus dan serbuk kayu cendana. Begitu pula kapas yang akan dipergunakan menutupi bagian-bagian tubuh mayat agar ditaburi dengan bubuk kapur barus dan serbuk kayu cendana

Lalu letakan mayat diatas kain kapan yang sudah disusun. Sebelum dibungkus letakan kapas yang sudah ditaburi dengan kapur barus dan cendana pada pada : telapak kakinya, kedua lututnya, kedua telapak tangannya, diatas perutnya, kedua mata, dua telinga, hidungnya, serta semua lobang yang terbuka

Sebelum mukanya ditutup kapas, tuliskan ditengah-tengah dahinya dengan menggunakan jari manis kalimat لااله الا الله  atau kalimat  الله  saja, ini dilakukan oleh ahli warisnya atau oleh orang yang memandikannya. Sebelum ditutup mukanya panggil semua ahli warisnya untuk melihat yang terakhir kalinya

  1. Sebelum ditutup dengan kain kapan pupuri mukanya dengan bubuk cendana, kiamkan kedua tangannya jika masih bisa diqiamkan, kalau tidak bisa tidak mengapa ( boleh saja tidak diqiamkan ). Setelah itu tutupilah seluruh badannya dengan kain kapan lapisan pertama, dengan cara menyusupkan kain kapan yang sebelah kiri kearah sebelah kanan lalu tariklah kain penutupnya dari arah kakinya, lalu teruskan dengan lapisan kedua dan ketiga dengan cara disilang seperti pada lapisan yang pertama atau seperti :

– Sisi kanan lapis pertama kain susupkan kearah kiri, lalu sisi kain yang sebelah kiri susupkan kearah sebelah kanannya

– Sisi kiri lapisan kain kedua susupkan  kearah kanan, lalu sisi kain sebelah kanannya susupkan kesebelah kanannya

kekiri

_ Sisi kanan lapis ketiga kain susupkan kearah kiri, lalu sisi kain yang sebelah kiri susupkan kearah sebelah kanannya

Setelah mayit sudah terbungkus rapi, letakan mayat menghadap kiblat, atau posisi kaki menuju arah kiblat

 

  1. SHALAT JENAZAH
  2. Saat mayit dishalatkan, posisi kepala untuk mayit laki-laki berada disebelah kiri imam. Dan imam tepat berdiri keatas pada dada dan dibawah sedikit pada bahunya
  3. Untuk mayit perempuan, posisi kepalanya berada disebelah kanan imam. Dan imam berdiri tepat dipertengahan atau membetuli lambung mayit
  4. Sebaiknya yang melaksanakan shalat jenazah tidak kurang dari 40 orang. Bila kurang dari 40 orang buat shaf sembahyang menjadi tiga shaf. Satu shaf paling kurang dua orang
  • Hendaklah membaca salah seorang jama’ah yang hadir : الصلاة على الميت الحاضر يرحمكم الله الصلاةلااله الا الله محمد الرسول الله صلى الله عليه وسلم   sebagai kamat shalat janazah

Ini lafaz niat shalat janazah :

  • Jenazah laki-laki dewasa/tua

اصلى على هذا الميت اربع تكبيرات اماما/مأموما لله تعالى الله اكبر

Sahajaku sembahyang atas mayit ini empat takbir pardu kipayah menjadi imam/makmum karna Allah ta’ala Allahu Akbar

  • Jenazah laki-laki anak-anak

اصلى على هذا الميت الطفل اربع تكبيرات اماما/مأموما لله تعالى الله اكبر

Sahajaku sembahyang atas mayit  anak ini empat takbir pardu kipayah menjadi imam/makmum karna Allah ta’ala Allahu Akbar

  • Jenazah Perempuan Dewasa/orang tua

اصلى على هذه الميتة اربع تكبيرات اماما/مأموما لله تعالى الله اكبر

Sahajaku sembahyang atas mayit ini empat takbir pardu kipayah menjadi imam/makmum karna Allah ta’ala Allahu Akbar

  • Jenazah Perempuan anak-anak

اصلى على هذه الميتة الطفلة اربع تكبيرات اماما/مأموما لله تعالى الله اكبر

Sahajaku sembahyang atas mayit  anak ini empat takbir pardu kipayah menjadi imam/makmum karna Allah ta’ala Allahu Akbar

  1. Setelah takbir pertama langsung diiringi dengan membaca surat al Fatihah
  2. Setelah tabir kedua diringi dengan membaca solawat kepada Nabi sekurangnya :

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

  1. Setelah takbir ketiga berdo’a :

اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينق الثوب الأبيد من الدنس وابدله دارا خيرا من داره واهلا خيرا من اهله وادخله الجنة وقه قتنة القبر وعذاب النار

Kalau mayit kanak-kanak ditambah dengan do’a ini

اللهم اجعله فرطا لأبويه وسلفا وذخرا وعظة واعتبارا وشفيعا وثقل به موازينهما وافرغ الصبر على قلوبهما ولا تفتنهما بعده ولا تحرمهما اجره

  1. Setelah takbir ke empat

اللهم لاتحرمنا اجره ولا تقتنا بعده واغفرلنا وله ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم

Kemudian salam dan membaca fatihah yang dihadiahkan kepada mayit sekali lalu berdo’a seperti

اللهم بحق سيدنا محمد وال سيدنا محمد ان تعذب هذا الميت. ثلاث مرات. اللهم انت ربه وانت خلقته وانت هديته للإسلام وانت قبضت روحه وانت اعلم بسره وعلانيته وقد جئناك شفعاءله واغفرلناوله ولإخوانناالذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم

 

  1. BEBERAPA FADILAH

Dalam bab ini penulis mencoba menghimpun beberapa hadis Rasulullah Saw, beberapa atsar serta riwayat yang berkaitan dengan penyelenggaraan jenazah dari menjelang wafat, setelah wafat, memandikan, mengapankan, mengubur, serta hal-hal yang baik dilakukan oleh ahli warisnya setelahnya. yaitu :

  1. Apabila seseorang sudah sakit parah, dan sulit diharapkan kesembuhannya, maka tugas kita adalah mengingatkannya agar memperbanyak istigpar dan bertaubat terhadap segala dosa dan kesalahan dimasa lalu
  2. Mengingatkannya agar berbaik sangka kepada Allah, bahwa rahmat Allah itu amat luas, sebagaimana firman Allah dalam hadis kudsi : انا عند ظن عبدى بى فليظن بى خيرا

Artinya : Aku sesuai sangkaan hambaku terhadap diriku, maka hendaklah ia berperasangka baik kepadaku

  1. Ingatkan juga agar selalu berharap ampunan Allah dan rahmat yang luas, bahwa Allah akan melepaskannya dari siksa kubur, dijauhkannya dari api neraka, dan Alla akan memasukannya kedalam surga. Dan hendaklah harapannya semacam ini lebih banyak ketimbang takutnya
  2. Sebagian dari cirri-ciri orang yang akan meninggal dunia adalah :

– Telapak kakinya lurus, pergelangan tangannya renggang, pelipisnya lekuk

  1. Disunatkan ketika seseorang sedang sakaratul maut dibacakanسورة يس semoga dia terlepas dari rasa dahaga yang luar biasa, dan membacakan سورة الرعد  agar mudah keluar ruhnya
  2. Dan sunat ditalkinkan atau diajarkan kalimat syahadat لاال الا الله محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم  sekalipun yang akan meninggal anak-anak yang belum balik. Kalau dia sudah mengucapkan kalimat syahadat jangan lagi diulang, kecuali jika dia ada mengucapkan kalimat yang lain selain dua kalimat syahadat setelah itu baru diingatkan lagi.

Ibnu Rafi’I meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :

من غسل ميتا فكتم عليه غفر الله له اربعين مرة

Artinya : Barangsiapa memandikan mayit kemudian menyembinyikan aib yang ada pada mayit itu Allah mengampuni dosanya sebanyak empat puluh kali

ومن غسل ميتا خرج من ذنوبه كيوم ولدته امه

Artinya : Dan baransiapa memandikan mayit niscaya keluar dari segala dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya

  1. Syekh Abdul Wahab Sya’rani dalam kitab Mukhtasar Tazkiratul Kurtubi menjelaskan, nabi Muhammad Saw bersabda : Barangsiapa membaca pada kubur seseorang sebanyak tiga kaliاللهم بحق محمد وال محمد ان تعذب هذا الميت Allah Swt angkat siksaan orang yang ada dikubur tersebut hingga hari ditiupnya sangkakala
  2. Didalam kitab Sabilal Muhtadin disebutkan “ Sunat ketika sedang membawa mayat agar posisi kepalanya di bagian muka
  3. Sebaiknya shaf dalam shalat jenazah disusun tiga baris, hal ini didasarkan kepada hadis nabi Muhammad Saw yang berbunyi

ما من مؤمن يموت فيصلى عليه امة من المسلمين يبلغون ان يكون ثلاثة صفوف الاغفرله (رواه ابوداود واحمد وغيرهما من حديث مالك بن هبيرة)

Artinya : setiap orang mukmin yang meninggal dunia dan disembahyangkan oleh jama’ah               sebanyak tiga shaf, niscaya diampuni dosanya

  1. Lebih bagus lagi jika jenazah disembahyangkan oleh jama’ah mencapai jumlah 40 orang sebagaimana sabda nabi Muhammad Saw sebagai berikut :

ما من رجل يموت فيقوم على جنازته اربعون رجلا لايشركون الله شيئا الا شفعهم الله فيه (رواه احمد ومسلم وابوداود من حديث ابن عباس)

Artinya : Setiap orang yang meninggal dunia, lalu jenazahnya disembahyangkan oleh 40  (empat puluh) orang laki-laki yang tidak mensekutukan Allah, malainkan Allah memberi syafaat kepada mayat karena kehadiran mereka

ما من ميت يصلى عليه امة من المسلمين يبلغون مائة كلهم يشفعمن له الا شفعوا (رواه احمد ومسلم والترمذى)

Artinya : Setiap mayit yang disembahyangkan oleh 100 (seratus) orang, yang memintakan syafaat untuknya, pastilah diterima syafaat mereka dengan mengampuni dosa si mayit

  1. Sunat bagi orang yang hadir ditepi kubur mengambil 3 (tiga) gumpal/genggam tanah kuburan, lalu dibaca pada gumpalan pertama kalimat منها خلقناكم  dan pada gumpalan kedua dibaca وفيها نيدكم  dan pada gumpalan ketiga dibaca  ومنها نخرجكم تارة اخرى dan dan ditambah dengan membaca surat Al Qodar(انا انزلناه في ليلة القدر)  sampai akhir sebanyak tujuh kali, Lalu masukan gumpalan tanah tadi kedalam liang lahat pada bagian kepalanya. Mudah-mudahan mayat tadi tidak diazab didalam kuburnya
  2. Didalam kitab Syarah Sitin halaman 67 sebuah riwayat dari Rasullah Saw sebagai berikut :

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال لايأتى على الميت اشد من الليلة الاولى فارحموا موتاكم بالصدقة فمن لم يجد فاليصل ركعتين يقرأ فى كل ركعة منهما فتحة الكتاب وآية الكرسى والهاكم وقل هو الله احد احدى عشرة مرة ويقول اللهم انى صليت هذه الصلاة وانت  تعلم ما اريد اللهم ابعث ثوابها الى قبرفلان ابن فلانة. فبعث الله من ساعته الى قبره الف ملك, من كل ملك نور وهدية يؤنسونه فى قبره الى ان ينفخ فى الصور, ويعطى الله المصلى بعدد ما طلعت عليه الشمس حسنات ويرفع الله له اربعين الف درجة  واربعين الف حجة وعمرة ويبنى له الف مدينة فى الجنة ويعطى ثواب الف شهيد ويكسى الف حلة

Artinya : Tidak ada sesuatu yang paling menakutkan atas mayit didalam kuburnya, kecuali pada malam pertama dia berada disana, maka kasihanilah olehmu orang-orang yang meninggal diantara kamu dengan bersedekah, jika tidak mampu, maka sembahyanglah dua rakaat, dibaca pada tiap-tiap rakaatnya Al Fatihah, Ayat Kursi, Alhakumuttakasur, dan Kulhu Allah Ahad sebanyak 11 kali. Dan setelah salam lalu berdo’a : Ya Allah sesungguhnya aku melaksanakan shalat ini, dan engkau mengetahui apa yang aku mau. Ya Allah sampaikan pahalanya kepada ….. bin ……..

Maka pada saat itu Allah Swt mengutus seribu orang malaikat ke dalam kuburnya, tiap-tiap malaikat membawa nur dan hadiah untuk menghiburnya sampai pada hari ditiupnya terompet yang menandai datangnya hari kiamat, dan Allah memberi kepada orang yang sholat pahala sebanyak sesuatu yang disinari oleh matahari, Allah angkat empat puluh ribu derajatnya, diberi pahala empat puluh ribu haji dan umrah, dan dibangunkan untuknya seribu kota didalam surga, diberi pahala seribu orang syahid, dan diberi pakaian dengan seribu macam pakaian surga

  1. Rasulullah Saw memberi kabar gembira kepada orang-orang yang menaruh perhatian terhadap saudaranya yang meninggal seperti sabda beliau

ومن كفن ميتا كساه الله من حلل الجنة

Artinya : Barangsiapa yang mengkapankan mayit, Allah Swt akan memakaikan kepadanya dengan pakaian dari surga

من حفر قبرا بنى الله له بيتا فى الجنة

Artinya : Barangsiapa yang menggalikan kubur niscaya Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga

من اتبع جنازة حتى يقصن دفنها كتب الله ثلاثة قراريط

Artinya : Barangsiapa yang mengikuti jenazah sampai selesai menguburkannya, Allah tulis untuknya tiga qirat pahala (tiap-tiap qirat baginya sebesar jabal uhud)

  1. Disunahkan bagi yang menguburkan mayit membaca

بسم الله الرحمن الرحيم وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم.

قال ابن منبه انها ترفع العذاب عن صاحب القبر اربعين سنة

Artinya : Ibnu Munabbah berkata, Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut ketika menguburkan mayit, maka Allah Swt tidak menyiksa mayat tersebut didalam kuburnya selama empat puluh tahun

  1. Rasulullah Saw bersabda ما من ميت فى القبر الا كالغريق المغوث mayit yang berada didalam kubur itu bagaikan orang yang meminta pertolongan
  2. Dijelaskan didalam kitab شرح السحيمى على الجوهرة sebuah hadis yang berbunyi :

ما من عبد يقول ثلاث مرات عند قبر ميت : اللهم بحق محمد وال محد صلى الله عليه وسلم ان لا تعذب هذا الميت الا رفع عنه عذاب الى يوم ينفخ فى الصور

Artinya : Siapapun yang membaca diatas kuburan sebanyak tiga kali, kalimat  :

وال محد صلى الله عليه وسلم ان لا تعذب هذا الميت  اللهم بحق محد

Allah angkat siksa penghuni kubur tersebut hingga datangnya hari kiamat

  1. Dan diriwayatkan dari Rasullah Saw beliua bersabda :

من زار قبر ابويه او احد هما فى كل جمعة غفر له وكتب برا

Artinya : Barangsiapa yang menziarahi kubur kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka pada hari jum’at niscaya diampuni dosanya serta dicatat sebagai anak yang berbakti

Catatan :  Jika menemui seseorang mati jadi hantu (seolah-olah hidup kembali) maka bacakan kalimat dibawah ini sebanyak tiga kali lalu siram dengan air yang sudah dibaca tadi :

لااله الا انت سبحانك انى كنت من الظالمين, فاستجبناله ونجيناه من الغم وكذلك ننجى المؤمنينَ كل نفس ذائقة الموت انك ميت وانه ميت (ثلاث مرات)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: