HUKUM ISLAM

HUKUM ISLAM

Hukum Islam Ada Lima(5)

1). Fardhu 2).sunnat 3).haram 4). Makruh 5). harus atau mubah

Pengertiannya

1). fardhu terbagi dua yaitu fardhu ain dan fardhu kifayah

a. fardhu ain ialah sesuatu yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap orang islam yang baligh dan berakal. Contohnya sembahyang lima waktu, puasa bulan ramadhan, dan lain-lain.

b. Fardhu kifayah ialah sesuatu yang wajib dikerjakan oleh sekalian orang islam yang baligh lagi berakal, dan apabila ada salah seorang atau sekumpulan orang yang mengerjakannya maka yang lainnya tidak berdosa lagi. Contohnya seperti membalas salam, sembahyang jenazah,dan apa-apa yang berhubungan atas penyelenggaraan jenazah dari memandikan, mengafani, maupun menguburkannya.

2). Sunnat ialah apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. seperti mengulang-ulang membaca Al-Qur’an, sembahyang tarawih, dhuha, memakai pakaian putih, dan berminyak harum dan mandi sebelum jum’at, serta puasa senin kamis dan lain-lain.

3). Haram ialah apabila dikerjakan mendapat dosa dan apabila ditinggalkan karena Allah mendapat pahala seperti mencuri,berjina,minum arak,mengupat orang,berdusta, ingkar janji, meninggalkan kewajiban yang diwajibkan kepadanya, seperti tidak shalat lima waktu ,tidak puasa ramadhan,dll

4). Makruh ialah apabila dikerjakan tidak berdosa dan ditinggalkan mendapat pahala seperti tidur setelah shalat ashar, berkata-kata ketika buang air besar/kecil,makan bawang mentah.dll

5). Harus/mubah apabila dikerjakan tiada berpahala dan ditinggalkan tidak berdosa kecuali dengan niat yang baik seperti makan, minum, tidur, dll

RUKUN ISLAM

A. Rukun Islam ada lima yaitu:

1). mengucap dua kalimat syahadat yaitu seperti:

اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله

dua kalimat syahadat artinya dua pengakuan atau dua penyaksian yang harus diucapkan dimulut dan diyakinkan dalam hati serta diamalkan oleh seluruh anggota badan kita.

a.pengakuan bahwa tiada ada yang di sembah dengan sebenarnya kecuali Allah

b.pengakuan bahwa nabi Muhammad itu benar-benar utusan Allah swt

syahadat yang pertama dinamakan syahadat tauhid dan syahadat yang kedua dinamakan syahadat rasul.

Setiap orang kafir yang mau masuk islam wajib mengucap dua kalimat syahadat dengan lidah dan meyakinkannya dengan hati.demikian juga dengan orang yang sudah muslim maka tetap wajib mengucap syahadat itu paling tidak lima kali dalam sehari semalam yaitu dalam waktu shalat yang lima waktu.

2). mendirikan sembahyang

3). puasa bulan ramadhan.

4). membayar zakat.

5). berhaji kebaitullah.

Sebelum kita menjelaskan masalah sembahyang lebih dahulu kita jelaskan masalah yang bersangkutan/berhubungan yang erat kaitannya dengan sembahyang itu seperti masalah istinja, mandi wajib dll.

ISTINJA

A. Pengertian

Istinja artinya adalah membersihkan kotoran setelah selesai qadha hajat  (berak atau kencing) dengan air muthlak atau batu atau kertas atau seumpamanya sehingga hilang baunya, bendanya dan rasanya serta warnanya.

.B.Hukum istinja itu wajib, karena tidak sah wudhu dan sembahyang seseorang kalau istinjanya tidak benar.

C. Sunat-sunat yang dikerjakan waktu qadha hajat adalah:

1. menyediakan air muthlak atau batu atau kertas atau seumpamanya.

2. menutup kepala.

3. masuk WC mendahulukan kaki kiri dan membaca do’a :

اللهم انى اعوذبك من الخبث والخبائث

          Allahumma inni a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi

Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syaithan laki-laki dan syaithan perempuan.

4. membersihkan atau menggosok dengan tangan kiri, dan setelah selesai berdo’a

اللهم طهر قلبي من النفاق وحصن فرجي من الفواحش

          Allaahumma thahhir qalbii minan nifaaqi wa hashshin farjii minal fawaahisy.

Artinya : Ya Allah bersihkan hatiku dari munafiq dan pelihara kemaluanku dari kejahatan.

5. keluar WC dengan mendahulukan kaki kanan dan berdo’a

: غفرانك الحمد لله الذي أذهب عنى الأذى وعافني

Gufraanak- Alhamdulillahil ladzii adzhaba ‘anniil adzaawa ‘aafaanii.

Artinya: Keampunan-Mu segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala gangguan dan menyehatkan aku.

6. memakai dua sandal.

7. tidak mengerjakan yang sia-sia

8. ditempat yang jauh sekira tidak terdengar suara / bau yang tidak nyaman.

9. tidak membawa kitab-kitab agama,nama-nama ulama.

D. Haram yang dikerjakan waktu qadha hajat(buang air besar/ kecil) :

1. menghadap atau membelakangi qiblat tanpa dinding.

2. Diatas kuburan, dalam mesjid.

3.Membawa dengan sengaja sesuatu yang ada tulisan nama-nama Allah,nama makaikat,dan nama-nama nabi dan rasul.

E. Makruh yang dikerjakan waktu qadha hajat:

1. berdiri kecuali darurat.

2. Sambil bercakap-cakap,

3. Dekat kuburan/ kumpulan orang banyak.

4. Menghadap atau membelakangi qiblat dengan ada dinding.

5. Membersihkan/ menggosok dengan tangan kanan.

MANDI WAJIB

A. Sebab yang mewajibkan mandi ada enam:

1).setelah bersih haid.

2). Setelah bersih nifas.

3). Setelah wiladah (melahirkan) walau keguguran.

4). Keluar mani(seperma)

Keluar seperma yang diwajibkan mandi bisa diketahui dengan tiga tanda:

a. keluarnya waktu bersyahwat dan terasa lezat.

b. keluarnya melompat-lompat.

c. baunya tidak enak seperti bau adonan

5. Jima’ (bersetubuh)walau tidak keluar air mani.

6. Mati yang bukan mati syahid.

B. Rukun mandi wajib ada tiga yaitu :

1.niat didalam hati waktu permulaan menuangkan air kekulit.seperti :

نويت رفع الحد ث الأكبر عن جميع البد ن فرضا لله تعالى

Nawaitu raf al hadasil akbari an jamiil badani fardhan lillahita,alaa.

Artinya: sengaja aku mengangkatkan hadas besar dari sekalian badan fardhu karena Allah ta’alaa.

2.menyampaikan air keseluruh badan seperti dua ketiak, lipatan-lipatan badan, dua telinga dll.

3.menghilangkan seluruh najis yang ada dibadan.

C. Syarat mandi wajib ada tujuh:

a). islam. (b).berakal (c).bukan sedang haidh/ nifas.

d).Jangan memutuskan niat mandi.

e). Jangan ada yang menghalangi sampainya air kekulit.

f). Mengetahui yang wajib dan yang sunat.

g). Dengan air yang suci lagi menyucikan.

D. Sunat- sunat yang dikerjakan ketika mandi wajib

1).berwudhu sebelum mandi.

2). membaca basmallah

3). berdiri

4). menghadap qiblat.

5). kencing dulu sebelum mandi kalau keluar mani sebelumnya.

6). menuangkan air dimulai dari bagian kanan tiga kali baru bagian kiri.

7). jangan berlebihan memakai air .

8). menggosok seluruh badan.

9). berwudhu sebelumnya/sesudahnya.

10). menutup aurat.

11). sunat bagi yang junub, haidh, nifas tidak memotong rambut, kuku, mengeluarkan darah sebelum mandi wajib karena ada riwayat yang mengatakan bahwa tiap-tiap helai rambut menuntut kepada pemiliknya agar dibebaskan dari janabat. Demikian juga anggota tubuh lainnya.

E. Mandi-mandi yang disunatkan

Mandi yang disunatkan itu banyak diantaranya:

1). Mandi jum’at.

2). mandi dua hari raya.

3). mandi bagi orang yang akan memandikan mayat.

4). mandi untuk sembahyang istisqa(minta hujan).

5). mandi bagi orang kafir yang baru masuk islam.

HADATS

A. Pengertian

Hadats adalah terjadinya sesuatu yang menjadikan wajib mandi atau wajib berwudhu.Hadats terbahagi dua yaitu hadats besar dan hadats kecil

Hadats besar yaitu:

1). keluar air mani, walaupun mimpi.

2). jima’, walaupun tidak keluar air mani

3).  haidh.

4). nifas.

5). Wiladah (melahirkan).

Apabila terjadi salah satu dari yang tersebut diatas maka dinamakan hadats besar oleh karena itu wajib mandi. Adapun lafaz niat mandi wajib bermacam-macam antara lain yaitu:

نويت رفع الحدث الأكبر عن جميع البدن فرضا لله تعالى

          Nawaitu raf’al hadatsil akbari ‘an jamii’il badani fardhal lillaahi ta’alaa.

Artinya: sengaja aku mengangkatkan hadats besar daripada sekalian badan fardhu karena Allah ta’alaa.

Hadats kecil yaitu tidak berwudhu atau batal wudhu dengan sebab mengerjakan yang membatalkan wudhu. Untuk menghilangkan / mengangkatkan hadats kecil ini ialah dengan berwudhu.

Lafaz niat wudhu itu bermacam-macam diantaranya adalah:

نويت رفع الحدث لاستباحة الصلاة فرضا لله تعالى

                   Nawaitu raf’al hadatsi listibaahatis shalaati fardhal lillaahi ta’aalaa

Artinya: sengaja aku mengangkatkan hadats untuk membolehkan sembahyang fardhu karena Allah ta’aalaa.

B. Hal-hal yang haram dikerjakan bila berhadats kecil, yaitu:

1). sembahyang

2). thawaf di baitullah.

3). khotbah jum’at.

4). menyentuh atau menanggung al qur’an.

C. Hal-hal yang haram dikerjakan bila berhadats besar dengan sebab jima’ atau keluar air mani yaitu:

1). Sembahyang 2). thawaf di baitullah.3). khotbah jum’at.

4). menyentuh atau menanggung al qur’an. 5). membaca al qur’an.

6). berhenti atau berjalan berulang-ulang di dalam mesjid.

D.Hal-hal yang haram dikerjakan bila berhadats besar dengan sebab haidh atau nifas yaitu:

1). Sembahyang 2). thawaf di baitullah. 3). khotbah jum’at. 4). menyentuh atau menanggung al qur’an. 5). membaca al qur’an.6). berhenti atau berjalan berulang-ulang di dalam mesjid. 7). puasa. 8). thalaq.

NAJIS

A. Pengertian

Najis adalah kotoran yang mencegah sahnya sembahyang.

B. Najis terbagi dalam tiga macam yaitu:

1). Najis Mughallazah) مغلظه) artinya adalah najis yang berat yaitu najis anjing dan babi atau keturunan keduanya, termasuk air liurnya, peluh, air mani, air susu, tahi (kotoran), kencing, darahnya, dan sebagainya.

Cara membersihkannya adalah dibasuh tempat yang kena najis tersebut tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah.

2). Najis Mukhaffafah (مخففه) artinya adalah najis yang ringan yaitu kencing anak laki-laki yang belum makan apa-apa kecuali air susu ibu saja dan usianya belum mencapai dua tahun.

Cara membersihkannya adalah cukup menuangkan air keatasnya sekira-kira jumlah air lebih banyak dari kencingnya tadi sampai rata.

3). Najis Mutawassithah متوسطه) ) artinya adalah najis yang pertengahan yaitu selain dari dua macam diatas, seperti kencing orang yang berumur diatas dua tahun, kencing anak perempuan, tahi, nanah, darah, muntah, minuman yang memabukkan, mazi, dan lain-lain.

Cara membersihkannya adalah dibasuh dengan air sehingga hilang baunya, warnanya, dan rasanya, kecuali kalau terlalu sulit menghilangkan warna maka dima’afkan, tetapi kalau bau dan rasanya masih ada maka tidak dima’afkan.

C. Binatang-binatang kalau ditinjau dari hidup dan matinya, apakah najis atau tidak, maka ada 4 macam yaitu:

1. suci waktu hidup dan suci waktu mati walaupun tidak disembelih, seperti ikan dan belalang.

2. suci waktu hidup dan najis waktu mati walaupun disembelih, seperti kucing, gajah, kera, tikus, yaitu seluruh binatang yang haram dimakan selain anjing dan babi.

3. suci waktu hidup dan suci waktu mati tetapi disembelih menurut aturan islam, seperti ayam, kambing, sapi, dan lain-lain.

4. najis waktu hidup dan najis waktu mati seperti anjing dan babi dan keturunan keduanya.

AIR DAN MACAM-MACAMNYA

Tidak shah wudhu, mandi wajib, dan membersihkan najis kecuali dengan air muthlaq, yaitu air yang suci lagi menyucikan.

Air terbagi dalam 4 (empat) macam yaitu:

1. Air Muthlaq yaitu air yang suci lagi menyucikan seperti air hujan air laut, air embun, air salju, air sungai, air telaga, air sumur (sumber), air uap.

Adapun air kelapa, air susu, air teh, lahang, manisan, dan yang sejenisnya, maka air tersebut suci tapi tidak menyucikan, jadi bukan termasuk air muthlaq.

2. Air makruh yaitu air yang terjemur pada negri yang panas, atau terjemur dalam bejana tembaga atau besi sehingga airnya panas. Makruh menggunakan air tersebut untuk berwudhu atau mandi, dan kalau didinginkan maka tidak makruh lagi.

Adapun untuk mencuci pakaian atau membersihkan najis yang bukan badan, maka tidaklah makruh menggunakan air panas tersebut. Dan makruh memakai air yang sangat sejuk (dingin), dan juga makruh memakai air yang berada ditempat yang dimurkai Allah SWT yaitu air negeri qaum Tsamud, Luth, Telaga Barhut, Babil, Telaga Zarwan.

3. Air musta’mal yaitu air yang sudah terpakai berwudhu atau mandi wajib atau memandikan mayyit atau membersihkan najis. Air bekas tersebut atau percikan air tersebut hukumnya musta’mal apabila air tersebut kurang dari dua kulah, dan tidak shah digunakan untuk bersuci, karena air tersebut bukan air muthlaq, kalau air musta’mal ini lebih dari dua kulah dan tidak berubah warna, bau, dan rasanya, maka hukumnya suci lagi menyucikan seperti air muthlaq juga. Air yang terpakai pada yang sunnat seperti mandi sunnat, atau wudhu yang sunnat seperti memperbaharui wudhu maka tidaklah air bekasnya itu musta’mal.

4. Air mutanajjis yaitu air yang kurang dari dua kullah dan kemasukkan najis, maka tidak shah air tadi untuk bersuci (mandi wajib atau berwudhu), walaupun air tadi tidak berubah rasa, baud an warnanya. Kalau najis tadi bercampur dengan air yang lebih dari dua kullah atau di sungai yang mengalir, maka kita lihat dulu, bila air tadi berubah bau, rasa, dan warnanya, maka air tersebut tidak suci dan dinamakan dengan air mutanajjis, tapi kalau tidak berubah bau, warna, dan rasanya, maka air itu suci seperti air muthlaq.

Adapun ukuran dua kullah ialah lima guriba hijaz atau lima ratus kati Baghdad atau sekitar 216 (dua ratus enam belas) liter. Kalau ukuran kolam = panjang dan lebar dan tinggi sekitar 11/4 (satu seperempat) hasta atau sekitar 70 (tujuh puluh) cm.

WUDHU

A. Syarat shah wudhu:

1). Islam (2). Mumayyiz (3). Dengan air yang suci lagi menyucikan.

4). Tidak ada yang menghalangi air sampai kekulit anggota wudhu.

5). Suci dari haidh dan nifas.

6). Mengetahui mana yang fardhu dan mana yang sunnat dalam berwudhu tersebut.

7). Bagi yang senantiasa berhadats seperti istihadhah atau terus-terusan kencing, maka berwudhu setelah masuk waktu sembahyang.

B. Rukun wudhu ada enam:

1). Niat dalam hati, 2). Membasuh muka, 3). Membasuh dua tangan serta siku, 4). Menyapu sebagian kepala, 5). Membasuh dua kaki serta dua mata kaki, 6) Tertib artinya yang dahulu didahulukan dan yang kemudian dikemudiankan menurut susunan diatas.

C.Sunnat-sunnat  wudhu:

a. Membaca basmalah yaitu Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, dan membasahi atau membasuh telapak tangan sampai kesiku, dan bersikat gigi atau berkumur-kumur, dan memasukkan air kehidung lalu mengeluarkannya, kemudian membaca lafaz niat seperti:

نويت رفع الحدث لاستباحة الصلاة فرضا لله تعالى

Nawairu raf’al hadatsi listibaahatis shalaati fardhal lillaahi ta’aalaa

Artinya : aku berniat mengangkat hadats untuk membolehkan sembahyang fardhu karena Allah ta’aalaa.

Niat dalam hati seperti artinya tersebut hukumnya wajib.

b. Menyapu seluruh kepala, sedangkan yang wajibnya hanya sebagian.

c. Membasuh kedua telinga setelah menyapu sebagian kepala.

d. Tiga kali dalam membasuh atau menyapu.

e. Mendahulukan anggota yang kanan atas yang kiri

f. Membaca doa’-doa’ yang dianjurkan oleh ulama-ulama kita dahulu seperti

1.)doa’ ketika membasuh muka yaitu:

 اللهم بيض وجهي بنورك يوم تبيض وجوه أولياء ك ولا تسود وجهي بظلماتك يوم تسود وجوه أعداءك

2.doa’ketika membasuh tangan kanan:

كتابي بيميني وحاسبني حسابا يسيرا                                                         اعطنيأللهم

3.doa’ ketika membasuh tangan kiri:

ا للهم اني أعوذبك أن تعطيني كتابي بشمالي أو من وراء ظهري

4.doa’ menyapu kepala:

اللهم غشني برحمتك وانزل علي من بركاتك وأظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل الا ظلك.

5.doa’ ketika membasuh telinga:

أللهم اجعلني من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه أللهم أسمعني منادي الجنة مع الأبرار.

6.doa’ ketika membasuh kaki kanan:

                                        أللهم ثبت قدمي على الصراط المستقيم يوم تزل الأقدام في النار                                                                                                                   7.doa’ membasuh kaki kiri:

أللهم اني أعوذبك من ان تزل قدمي على الصراط يوم تزل أقدام المنافقين في النار.                     

8.. Berdo’a setelah selesai, sambil menghadap qiblat.

اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله

اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين واجعلني من عباد ك الصا لحين

          Asyhadu al laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna muhammadan ’abduhuwa rasuuluh. Allahummaj ‘alnii minat tawwabiina waj ‘alnii minal mutathahhiriin.waj’alnii min ibaadikassholihin.

g. Muwalat artinya tidak diselangi waktu yang lama antara satu rukun  dengan rukun berikutnya.

D. Makruh waktu berwudhu :

1). Berlebihan, (boros) Menggunakan air, (2). Lebih dari tiga kali basuh dengan sengaja, (3), mendahulukan yang kiri atas yang kanan, (4). Minta tolong dengan orang lain menuangkan air, sedangkan dia bukan uzur, dan yang menolong itu tidak senang (ikhlas), (5) sambil bercakap-cakap yang banyak.

E. Yang membatalkan wudhu :

1). keluar sesuatu dari qubul atau dubur, melainkankeluar air mani, maka wajib mandi, (2). Bersentuh kulit laki-laki dengan perempuan yang halal nikah tanpa lapik, (3). Menyentuh kemaluan atau halqah dubur dengan telapak tangan atau perut jari, (4). Hilang akal dengan sebab gila atau mabuk, (5). Tidur yang tidak tetap kedudukannya (tidur berbaring).

TAYAMMUM

A. Pengertian

Tayammum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib, dengan menyapukan debu / tanah kemuka dan kedua tangan dengan syarat-syarat dan rukun yang tertentu.

B. Syarat bolehnya bertayammum.

1. tidak menemukan air dan sudah berusaha mencarinya.

2. ditakutkan mudharat (berbahaya) jika menggunakan air, seperti sakitnya bertambah atau kambuh atau tidak mau sembuh.

3. sebelum bertayammum, hendaklah menghilangkan najis dibadan

4. tayammum dikerjakan setelah masuk waktu sembahyang.

5. berusaha mengetahui arah qiblat sebelum bertayammum.

6. tayammum hanya boleh digunakan untuk satu kali sembahyang wajib.

7. menggunakan debu / tanah suci.

C. Rukun tayammum

1. berniat dalam hati, adapun lafaz niatnya adalah:

نويت التيمم لاستبا حة الصلاة فرضا لله تعالى

Artinya : sengaja aku bertayammum untuk membolehkan sembahyang fardhu karena Allah ta’aalaa.

2. menggunakan debu / tanah yang suci.

3. memindahkan tanah (debu) dan menyapukan ke muka dengan rata yaitu meliputi seluruh batas muka.

4. memindahkan tanah (debu) dan menyapukan di kedua tangan sampai ke siku dengan rata.

5. tertib.

D. Sunnat tayammum.

1. memulai dengan membaca basmalah yaitu bismillaahir rahmaanir rahiim

2. mendahulukan tangan kanan atas tangan kiri.

3. menghadap qiblat.

4. melebihkan sapuan dari batas yang wajib

5. menggunakan debu (tanah) sekedar cukup ( menipiskan debu)

6. berdo’a seperti do’a wudhu setelah selesai.

E. Hal-hal yang membatalkan tayammum.

1. segala sesuatu yang membatalkan wudhu.

2. menemukan air sebelum sembahyang, kecuali bagi orang yang bertayammum itu memang tidak dibolehkan menggunakan air karena sakit atau takut bertambah penyakitnya atau terlambat sembuhnya.

3. murtad  (keluar dari agama islam).

BAB MASALAH SEMBAHYANG

A. Pengertian

Shalat menurut bahasa artinya doa’. Dan shalat menurut syara’ ialah beberapa perkata’an dan beberapa perbuatan yang dibuka atau dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

B. Rukun qauli

Beberapa perkataan yang wajib diucapkan dalam shalat itu ada 5 (dinamakan rukun qauli)

1.mengucapkan takbiratul ihram dengan membaca ألله اكبر

2.membaca surah alfatihah

3.membaca tasyahud akhir

4.membaca salawat atas nabi

5.mengucapkan salam pertama

C. Rukun fi’li

Beberapa perbuatan yang wajib dalam sembahyang itu ada tujuh macam (dinamakan rukun fi’li ) yaitu:

1.berdiri betul 2.ruku’ 3.i’tidal 4.sujud 5.duduk diantara dua sujud 6.duduk mengiringi salam, dan 7.tertib

Adapun rukun qalbi Cuma 1 yaitu niat

Adapun melafazkan niat hukumnya sunat seperti:

أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء لله تعالى- الله اكبر

 Kewaajiban sembahyang

والمفروضات العينية خمس في كل يوم وليلة معلومة من الدين بالضرورة فيكفر جاحدها ولم يجتمع هذه الخمس لغير نبينا محمد صلى الله عليه وسلم بل كانت متفرقة فى الأنبياء فالصبح صلاة ادم والظهر صلاة داود والعصر صلاة سليمان والمغرب صلاة يعقوب والعشاء صلاة يونس                                                                                                         

Dan diwajibkan sembahyang lima waktu itu lima kali dalam sehari semalam  yang sudah dimaklum dalam agama dengan mudah.Maka kafir hukum nya bagi orang yang mengingkarinya. Dan tidak terkumpul sembahyang lima waktu ini kecuali hanya pada nabi kita Muhammad saw saja tetapi terpisah pisah bagi para nabi.

1). sholat subuh itu sholatnya nabi Adam as

2). sholat dzuhur itu sholat nabi Daud as

3). sholat asar itu sholatnya nabi Sulaiman as

4). sholat maghrib itu sholatnya nabi ya’kub as

5). sholat isya itu sholatnya nabi yunus as

Bahkan ada hadits yang menyebutkan bahwa sholat yang lima waktu itu pada malam isra’mi’raj 10 tahun 3 bulan sesudah kenabian nabi saw yaitu pada malam 27 rajab.

Dan tidak diwajibkan sholat subuh pada malam itu, sebab belum tahu cara mengerjakannya

انما تجب المكتوبة على كل مسلم مكلف طاهر فلا تجب على كافر أصلى وصبي ومجنون ومغمى عليه وسكران بلا تعد لعدم تكليفهم ولا على حائض ونفساء لعدم صحتهما منهما ولا قضاء عليهما بل تجب على مرتد معتد بسكر                                                                

Hanya sanya wajib sholat itu atas tiap tiap muslim yang baligh lagi berakal dan suci hadats besar dan kecil dan tidak wajib atas orang kafir asli anak anak,orang gila,orang pingsan,orang yang mabuk yang tidak menjadi kebiasaan sebab mereka tidak dibebani dengan sembahyang dan tidak wajib pula sembahyang atas  orang haid dan nipas karema tidak sah sembahyang kadua itu dan tidak ada goda’an bagi keduanya. Hanya sanya wajib bayar atas qada’an atas orang yang murtad dan orang yang mabuk yang menjadi kebiasa’an.

D. Syarat wajib sembahyang

Arti syarat wajib sembahyang yaitu apabila terhimpun syarat-syarat yang disebutkan dibawah ini pada seseorang maka wajib atasnya sembahyang.

1. islam

maka tidak wajib sembahyang atas orang kafir asli dan tidak ada qadaan padanya apabila dia masuk islam.

2. balig

Maka tidak wajib atas anak-anak sekalipun sudah mumaiz (bisa makan dan minum sendiri). Bisa diketahui orang yang baliq itu dengan salah satu dari 3 tanda.

a. Umurnya sudah 15 tahun bagi laki-laki

b. Keluar sperma bagi laki-laki atau perempuan waktu berumur kurang lebih 9 tahun pada waktu tidur atau terjaga.

c. Haid bagi perempuan ketika berumur kurang lebih 9tahun menurut bulan arab.

3. berakal.

Maka tidak wajib shalat atas orang gila dan anak yang belum bisa membedakan baik dan buruk serta orang pingsan maka mereka tidak dituntut bayar qodaan shalat yang ditinggalkan.

a. Suci dari haid dan nifas

Maka tidak wajib atas keduanya sembahyang tunai maupun qadaan.

b. Sampai baginya da’wah nabi saw.

Maka tidak wajib sembahyang atas orang yang belum sampai dakwah nabi saw lewat para ulama-ulama atau juru dakwah lainnya. Dan tidak wajib atasnya qadaan menurut imam ibnu Qasim.

c. Adanya pendengaran atau penglihatan yang sehat.

Maka tidak wajib sembahyang atas orang yang buta lagi tuli, sekalipun dia bisa bicara(tidak bisu) dan tidak ada qadaan atasnya apabila pendengaran dan penglihatannya sudah kembali.

E. Syarat-syarat shah sembahyang

Tidak shoh sembahyang seseorang kecuali apabila sempurna syarat-syarat dibawah ini dari yang pertama sampai yang terakhir. Apabila kurang salah satu saja maka tidak shah sembahyangnya.

1). menghadap qiblat

Maka wajib atas orang muslim yang mau sembahyang menghadap qiblat dengan yakin apabila tidak ada penghalang antaranya dengan ka’bah seperti orang sembahyang di mesjidil haram dan dengan sangkaan(ظن) yang kuat apabila ada dinding seperti sembahyang selain dimesjid haram.

Boleh sembahyang tidak menghadap qiblat dalam 2 (dua) keadaan.

a. sembahyang syiddatul khauf ( waktu perang).

b. sembahyang sunnah ketika musafir yang harus (dibolehkan) jauh atau dekat.

Kalau musafirnya berjalan kaki maka wajib menghadap qiblat pada 4 (empat) rukun.

a. ketika takbiratul ihram.

b. ketika ruku’.

c. ketika sujud.

d. ketika duduk antara dua sujud.

Kalau musafirnya berkendaraan atau bertunggangan maka wajib menghadap qiblat pada waktu takbiratul ihram saja itupun kalau bisa, tapi kalau tidak bisa maka tidak mengapa tidak menghadap qiblat sama sekali.

Masalah: Imam Nawawi berpendapat dalam kitab syarah muhajjab apabila seseorang sembahyang dalam kapal laut maka tidak boleh baginya sembahyang duduk kalau dia masih mampu berdiri sebagaimana dia sembahyang didaratan kecuali ada udzur seperti pusing kepalanya maka boleh dia sembahyang fadhu dengen duduk. Dan jikalau angin bertiup kencang sampai kapalnya terputar dari arah qiblat maka wajib baginya berputar kembali menghadap kiblat sebagaimana semula tanpa mengulang sembahyang dari awal lagi. Lain halnya kalau sembahyang didaratan maka apabila ada seseorang yang memalingkan dadanya dari arah qiblat dengan paksaan sekalipun maka batal sembahyangnya.

2). suci dari hadats besar atau kecil.

Jika dia berhadats ditengah sembahyangnya maka batallah sembahyangnya.atau dia lupa bahwa dia belum berwudhu sebelumnya maka tidak shah sembahyangnya.

3). suci pakaian dan badan serta tempat dari segala najis yang tidak dimaafkan.

Pakaian adalah yang dipakai diwaktu sembahyang dan yang dibawa atau ditanggung dalam sembahyang sekalipun tidak bergerak dengan gerakan orang itu termasuk juga yang berhubungan dengan dia seperti tali pengikat anaknya agar jangan jauh-jauh bergerknya maka apabila anak ini berhadats maka ibu yang mengendalikan talipun batal juga.

Badan adalah seluruh anggota tubuh orang yang sembahyang termasuk lubang hidung, mulut, mata dll.

Tempat adalah sesuatu yang melekat pada orang yang tengah sembahyang.

Masalah:

a). tidak shah sembahyang seseorang apabila dia memegang tali yang bersambung dengan benda najis sekalipun tali itu tidak bergerak karena dia seperti hukum membawa najis.

b). tidak apa-apa kalau seseorang sembahyang sedangkan dihadapannya ada najis asal jangan disentuhnya najis itu tetapi hukumnya makruh jikalau terlalu dekat.

c). apabila seseorang sembahyang sedangkan dipakaianya atau badannya ada najis sedangkan dia tidak tahu atau tahu tapi lupa dan meneruskan sembahyangnya kemudian dia ingat bahwa baju atau pakaiannya yang dibawa sembahyang tadi ada najis maka wajib dia mengulangi sembahyang yang dia yakini membawa najis itu.

4). menutup aurat.

Aurat adalah sesuatu yang wajib ditutup dan haram memandangnya. Maka wajib bagi seseorang yang mau sembahyang menutup auratnya dengan penutup yang menegah terlihatnya warna kulit dengan sekira-kira tidak bisa mengenal apakah warna kulitnya putih atau hitam pada waktu berhadapan.

Adapun aurat laki-laki terbagi 4 (empat) bagian yaitu:

a. aurat laki-laki pada waktu sendirian Cuma dua yaitu kubul dan dubur saja.

b. aurat laki-laki pada waktu sembahyang dan dihadapan laki-laki tersebut ada perempuan yang muhrim yaitu antara pusat dan lutut.

c. aurat laki-laki pada waktu dihadapan perempuan ajnabi( orang lain) yaitu seluruh badannya.

d. dan tidak ada aurat antara laki-laki yang bersama istrinya.

Adapun aurat perempuan terbagi 5 (lima) bagian yaitu:

a. aurat perempuan ketika sendirian dan ketika dihadapan perempuan dan laki-laki yang muhrim yaitu antara pusat dan lutut.

b. aurat perempuan ketika dihadapan wanita fasik atau kafir yaitu sesuatu yang tidak nampak ketika berhadapan. Adapun yang nampak terlihat ketika berhadapan seperti kepala, muka, leher, kedua tangan sampai kelengan, kedua kaki sampai kelutut maka itu bukanlah aurat.

c. aurat perempuan ketika sembahyang yaitu seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.

d. aurat perempuan ketika dihadapan laki-laki ajnabi (orang lain) yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan dengan syarat aman dari fitnah dan syahwat. Dan tidak ada perhiasan apapun yang ada dimuka dan telapak tangannya .

e. dan tidak ada aurat antara perempuan dengan suaminya.

Masalah:

a. seandainya tidak ada penutup aurat yang sempurna tetapi hanya cukup menutup kemaluannya saja, maka wajib dia menutup kedua kemaluannya

b. seandainya terbuka auratnya pada waktu sembahyang kemudian ditutupnya aurat itu dengan segera, maka sembahyangnya tidak batal. Lain halnya dia terlambat menutupnya padahal dia bisa saja. Menutupnya waktu itu juga tapi ia biarkan sampai beberapa waktu maka batal sembahyangnya

c.seandainya ada lubang dibagian auratnya pada waktu sembahyang maka apakah dia harus menutup aurat itu dengan tangannya atau dia letakkan untuk sujud sebab tangan termasuk anggota tujuh yang wajib ikut sujud bersama dahi dan lainnya

a. menurut imam ramli  dia wajib meletakkan tangnnya pada tempat sujud.

b. menurut imam khatib assyarbini  dia wajib mendahulukan menutup auratnya

c. menurut imam ibnu Hajar dia buleh memilih salah satunya sebab keduanya sama sama wajib.

5). menganal segala yang difardukan dalam sembahyang,mana yang wajib dan mana yang disunatkan dan mengetahui segala sembahyang yang dipardukan.

6). mengetahui masuk waktu sembahyang dengan yakin atau sangkaan yang kuat. Maka barang siapa sembahyang tapi dia tidak mengenal waktunya dengan yakin atau sangkaan yang kuat maka sembahyangnya tidak soh sekalipun waktunya memang benar.

7). islam, maka tidak sah sembahyang orang yang kafir.

F. Rukun sembahyang

Rukun sembahyang ada 13 perkara yaitu:

1). niat

Niat artinya meniatkan sesuatu yang disertakan dengan perbuatan.sedang tempat niat itu  didalam hati,

Adapun sekurang-kurang niat itu hendaknya lengkap tiga macam yaitu

a:قصد yaitu sengaja mengerjakan sembahyang seperti niatnya:sengaja aku sembahyang.

b. تعرض yaitu menyatakan fardhu/wajib pada sembahyang yang dia kerjakan

c. تعيين yaitu menentukan mana sembahyang yang dikerjakan seperti

اصلى فرض الظهر )aku sembahyang zuhur(.

v Syarat niat ada tujuh:

a. niat didalam hati.

b islam

c. berakal

d. mumaiz

e. membedakan antara niat qadaan dan niat adaan/tunai.

f. menyertakan niat pada takbiratul ihram.

g. jangan berpindah niat pada yang lainnya.

2). mengucap takbiratul ihram yaitu الله اكبر

Syarat takbiratul ihram ada sepuluh macam:

a. memelihara hurup-hurupnya.

b. harus bahasa arab.

c. harus didengar oleh dirinya semua hurup-hurupnya.

d. memelihara tasydid-tasydidnya.

e. membacanya pada waktu berdiri betul.

f. tidak menambah hurup waw antara lafaz Allah dan akbar seperti

واكبر  الله

g. muwalat,

h.menghadap kiblat.

i. menyertakan niat didalamnya.

j. tidak mengganti hurup-hurupnya dengan hurup yang lain seperti:

الرحمن اكبر

Bagi orang yang tidak bisa mengucap takbiratul ihram dengan bahasa arab maka dia wajib belajar bahasa arab dan kalau masih saja tidak bisa bahasa arab maka boleh baginya takbir dengan bahasa dia sendiri.

3). berdiri betul atas orang yang kuasa bagi sembahyang pardhu.

Maka selama dia mamapu untuk sembahyang berdiri tidak boleh dia sembahyang sambil duduk kecuali sembahyang sunat maka dibolehkan saja sembahyang sambil duduk.

Jika seseorang sembahyang sambil duduk disebabkan karena pusing atau lainnya ketika dipertengahan sembahyang tiba-tiba dia mampu berdiri

v Adapun kesempurnaan beerdiri betul itu yaitu:

a.engkau jadikan pandangan matamu ketempat sujud.

b.engkau jadikan hatimu selslu ingat pada Allah swt

c.jangan engkau berpaling kekanan dan kekiri.

4). membaca surah fatihah.

Wajib atas seseorang yang sembahyang fardhu atau sunat membaca  surah fatihah pada tiap-tiap rakaatnya sama adalah dia jadi imam atau ma,mum atau sendirian. Karena ada hadist nabi saw:

لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

artinya tidak sah sembahyang orang yang tidak membaca surah fatihah.

v Adapun syarat membaca surah fatihah itu ada 8 (delapan) macam yaitu:

a. memelihara hurup-hurupnya.

b. memelihara segala tasydid-tasydidnya.

c. muwalat.

d. dapat didengar oleh telinganya sendiri.

e. bahasa arab.

f. membacanya pada waktu berdiri pada sembahyang

g. jangan diselingi/ diselat-selati oleh jikir yang lain.

h. tertib.

v Hukum bagi orang yang tidak mampu membaca surah fatihah

Apabila seseorang tidak mampu membaca fatihah maka dia harus menempuh beberapa cara dibawah ini:

a. wajib belajarnya dan menghapalnya.

b. kalau masih belum hapal maka wajib dia menulis dikertas atau dimana saja yang bisa dibaca pada waktu sembahyang.

c. kalau masih saja tidak mampu membaca dan menghafal surah fatihah maka boleh dia menggantinya dengan membaca tujuh ayat al qur’an yang tidak kurang hurufnya dari surah fatihah.

d. kalau masih belum bisa membaca tujuh ayat al qur’an maka boleh dia menggantinya dengan tujuh macam zikir yang tidak kurang huruf-hurufnya dari surah fatihah.

e. kalau belum mampu semua yang telah disebutkan diatas maka boleh dia berdiam atau berhenti sekedar lamanya membaca surah fatihah.

v Hukum bagi orang yang masbuk

Wajib bagi orang yang masbuk bersegera membaca  surah fatihah sesudah dia takbiratul ihram dan tidak disunatkan lagi membaca do’a iftitah dan kalau imamnya ruku’ maka dia ruku’ bersama imam dan tidak wajib baginya menyempurnakan bacaan surah fatihahnya kecuali dia yakin bahwa imamnya lama ruku’nya. Dan jikalau orang yang masbuk itu menyibukkan dirinya dengan membaca do’a iftitah naka dia tetap wajib berdiri membaca surah fatihah sekedar banyaknya do’a iftitah tadi sekalipun imamnya sudah ruku’, kalau dia sempat ruku’ bersama imam berarti dia rakaatnya dan kalau dia tidak sempat ruku’ bersama imam maka dia wajib menambah satu rakaat lagi setelah salam. Kalau diamembaca do’a iftitah dan meninggalkan surah fatihah dan dia ikut ruku’ bersama imam maka batal sembahyangnya sebab dia mendahulukan yang sunnat dan meninggalkan yang wajib.

5). ruku, serta tuma,ninah didalamnya.

Syarat-syarat ruku’ yaitu:

a. disenghaja turun untuk ruku,

b. meratakan pinggang dan belakang jangan terlalu tunduk dan jangan engkau tinggikan.

c. tuma’ninah didalamnya.

6). I’tidal yaitu bangkit dari ruku, serta tuma,ninah didalamnya.

I’tidal adalah kembalinya orang yang sembahyang kepada perbuatan sebelum ruku’.

Syarat-syarat I’tidal yaitu:

a. disengaja untuk bangkit.

b. berdiri betul

c. tuma’ninah

d. jangan terlalu lama yang lebih atas kadar membaca surah fatihah.

7). Sujud.

Sujud adalah meletakkan bagi orang yang sembahyang akan dahinya pada tempat sujud.

Syarat-syarat sujud yaitu:

a. disengaja sujudnya

b. dahinya jangan berlapik.

c. tuma’ninah

d. jangan sujud atas benda yang bergerak dengan bergeraknya dia waktu sembahyang.

e. sujud dengan tujuh anggota yaitu: dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan perut jari-jari kedua kaki.

f. meninggikan punggungnya daripada kepalanya.

g. memberatkan kepalanya pada tempat sujud.

8). duduk antara dua sujud serta tuma’ninah didalamnya.

Maka Sunat membaca ketika itu

رب اغفرلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني                        

9). duduk tahiyat akhir.

10). membaca tahiyat akhir didalam tahiat akhir.

التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله السلام عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته السلام علينا    

وعلى عبادالله الصالحين اشهد ان لااله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله اللهم صل على سيدنا محمد

وعلى ال سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد

وعلى ال سيدنا محمد كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد

 

.                                                                                                 

Syarat-syarat membaca tahiyatakhir.

a. memelihara kalimatnya.

b. memelihara hurufnya.

c. memelihara tasydidnya.

d. memelihata barisnya.

e. muwalat.

f. tertib.

g. harus didengarkan oleh telinganya.

11). membaca solawat atas nabi saw didalam tahiyat akhir .

12). mengucap salam yang pertama.

Syarat-syarat salam yaitu:

a. harus menggunakan bahasa arab.

b. muwalat

c. didengar oleh telinganya.

d. waktu duduk.

13). Tertib, artinya Sesuai dengan aturan agama yang telah ditulis oleh ulama-ulma fiqih.

G. Pembatal-pembatal dalam sembahyang     

1). Berkata-kata dengan sengaja.

Sekalipun dua huruf atau satu huruf yang dapat dipaham maka batal sembahyangnya kecuali dia lupa bahwa dia dalam sembahyang atau tidak tahu bahwa berkata-kata itu membatalkan sembahyang sebab baru masuk islam atau jauh dari ulama itupun kalau sedikit saja yang kurang dari empat kalimat.

2). Perbuatan yang banyak lagi berturut-turut seperti tiga kali melangkah. Maka batal sembahyangnya kecuali pada empat keadaan yaitu:

a. apabila yang bergerak itu anggota yang ringan yaitu seperti bibir, telinga, lidah, zakar, pelipis, susu/payudara.

b. apabila bergeraknya dengan sendirinya seperti bersangatan dingin

c. apabila terkena gatal yang tidak bisa ditahan gatalnya kalau tidak digaruk.

d. sembahyang pada waktu perang.

3). Terbuka aurat dan tidak ditutup dengan segera.

4). Kejatuhan najis yang tidak dimaafkan pada pakaian atau badannya dan tidak cepat dibuangnya.

5). Membelakangi kiblat.

6). Meninggalakan rukun fi’li atau qauli dengan sengaja.

7). Makan dan minum yang banyak atau sedikit. Kecuali seperti ada sebiji nasi disela-sela gigi yang tertelan karena dia lupa bahwabahwa dia dalam sembahyang atau tidak tahu haramnya makan dan minum dalam sembahyangmaka dimaafkan tetapi kalaummakan dan minum yang banyak maka batal sembahyangnya.

8). Tertawa terbahak-bahak.

9). Berdaham. kecuali pada dua tempat yaitu waktu membaca surah fatihah dan tahiyat akhir karena kalau tidak berdaham dia tidak bisa meneruskan bacaannya. Demikian juga batal sembahyang seseorang apabila dia menangis, merintih, meniup dengan mulut atau hidung yang keluar suaranya.

10). Menambah rukun.

11). Murtad.

12). Tertinggal salah satu dari syarat-syarat rukun sembahyang seperti tidak memperdengarkan pada telinganya sendiri, rukun-rukun qauli, tidak tuma’ninah pada waktu ruku’, I’tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud.

13). Tertinggal salah satu dari syarat-syarat berjamaah kalau dia sembahyang berjamaah seperti terdahulu dari imam mengerjakan rukun fi’li, atau terlambat dari imam mengerjakan rukun fi’li sampai dua rukun tanpa uzur atau ikut imam tetapi tidak berniat mengikut imam.

14). Berubah niat seperti berniat keluar dari sembahyang.

15).Berhadas besar atau kecil.

H. Sunat-sunat sebelum sembahyang

1). Azan dan qamat

Tujuan azan diantaranya adalah:

a.memberi tahukan bahwa waktu sembahyang sudah sampai.

b.untuk mengajak sembahyang berjamaah.

C.untuk memberi tahukan bahwa ditempat itu ada tempat sembahyang berjamaah.

d.menampakkan syiar-syiar islam.

syarat shoh azan dan qamat: a)muwalat antara kalimat-kalimatnya.(b)tertib (c)masuk waktu(d)orang yang azan dan iqamat Cuma satu orang (e) berbahasa arab(f) dengan suara nyaring.

2). berangkat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

3). membaca doa, antara azan dan qamat. karena ada hadist nabi saw

  عن انس رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لايردالدعاء بين الأذان والاقامة

Dari anas ra berkata telah bersabda nabi saw tidak ditolak doa, antara azan dan qamat.

4). melaksanakan solat qabliah.

5). merapatkan sof

7). membaca surah annas.

8). bersiwak. karena ada hadist nabi saw

صلاة بسواك أفضل من سبعين صلاة بلا سواك artinya sembahyang dengan bersiwak lebih afdol dari tujuh puluh kali sembahyang tanpa bersiwak.

9). Berangkat untuk sembahyang dengan semangat dan hati yang lapang (kosong) dari kesibukan dunia.

10). Berhias-hias seperti mmemakai imamah (surban), selendang, jubah, cincin, berminyak harum, mandi, dll.

I. Sunat-sunat dalam sembahyang

Sunat-sunat dalam sembahyang ada dua macam yaitu:

1.Sunat ab,adh (أبعاض) yaitu bila tertinggalmengerjakannya dan ingat sebelum selesai sembahyang maka disunatkan sujud sahwi

2.Sunat Hai-at هيأت) ) yaitu bila tertinggalmengerjakannya tidak disunatkan sujud sahwi.

Sunat-sunat ab,ad dalam sembahyang yaitu:

1.membaca do,a qunut waktu sembahyang subuh. karena ada hadist nabi saw yang diriwayatkan oleh saidina Hasan bin Ali ra :

علمني رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمات أقولهن في قنوت الوتر اللهم اهدني فيمن هد يت وعافني فيمن عا فيت وتولني فيمن توليت وبارك لي فيما أعطيت وقني شر ما قضيت انك تقضي ولا يقضى عليك وانه لا يذل من واليت تباركت ربنا وتعاليت وصلى الله على النبي محمد                

Artinya:berkata saidina Hasan bin Ali ra : Rasulullah saw telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang dibaca ketika qunut pada solat witir yaitu…اللهم اهدني فيمن هد يت وعافني فيمن عافيت وتولني فيمن توليت وبارك لي فيما اعطيت وقني برحمتك شرما قضيت فانك تقضي ولا يقضى عليك وانه لا يذل من واليت ولا يعز من عا ديت تباركت ربنا وتعاليت فلك الحمد على ما قضيت أستغفرك وأتوب اليك وصلى الله على سيدنا محمدالنبي الأمي وعلى اله وصحبه وسلم                          .                                   

Ada lagi hadist nabi saw yang diriwayatkan sohabat Anas ra:

عن سيدنا أنس رضي الله عنه قال ما زال رسول الله صلى الله عليه وسلم يقنت في الفجر حتى فارق الدنيا

Dari saidina Anas ra berkata: rasulullah senantiasa baca qunut pada sembahyang fajar sampai beliau berpisah dengan dunia.

2.duduk pada tahyat awal

3.membaca solawat atas nabi pada duduk tahyat awal

4.membaca solawat atas keluarga nabi وعلى ال سيدنا محمد pada ketika duduk tahyat akhir.

Sunat-sunat Hai-at dalam sembahyang diantaranya:

1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, ruku’, I’tidal, dan ketika mau berdiri dari tasyahud awal.

2. Melafazkan niat sebelum takbiratul ihram seperti

اصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى                                                 

    3.membaca doa’ iftitah seperti :

االله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا وجهت وجهي للذي فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما انا من المشركين ان صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لاشريك له وبذالك أمرت وانا من المسلمين.

4. Memandang temppat sujud dan menundukkan kepala.

5. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri.

6. Membuka mata sepanjang sembahyang.

7. Membaca do’a iftitah.

8. Membaca amin bersama imam ketika imam selesai membaca surah fatihah.

9. Membaca ayat al qur’an sesudah membaca surah fatihah.

10. Sunat membaca ayat itu berurutan sebagaimana al qur’an.

11. Membaca surah sajadah dan surah al insane pada subuh jum’at.

12. Membaca bacaan yang disunatkan pada semua rukun fi’li.

13.mengucap اعوذ بالله من الشيطان الرجيم sebelum membaca fatihah dan surah.

14.meluruskan tangan ketika membaca الا الله pada tahiyat awal dan akhir.

15.duduk iftirasyketika duduk antara dua sujud dan tahiyat awal.

16.duduk tawarruk ketika duduk tahiyat akhir.

17.mengucap salam yang kedua kali ketika berpaling kekiri.

18. Duduk istirahat ketika mau berdiri dari rakaat pertama dan ketiga, dan tidak disunatkan apabila mau berdiri dari sujud tilawah.

J. Makruh-makruh dalam sembahyang

1.Menuleh kekanan dan kekiri tanpa ada hajat.

2. memakai pakaian yang terhulur sampai menyapu lantai bagi laki-laki.

3. sembahyang sambil bersandar  seumpama ditiang.

4. sembahyang dengan memakai pakaian yang bergambar atau banyak warnanya,apalagi sampai melupakan bacaan orang yang melihatnya.

5.mengangkat pandangan kelangit.

6.mendahulukan kedua tangannya atas kedua lulutnya pada waktu sujud.

7. meninggalkan takbir intiqal.

8. meninggalkan jikir-jikir atau bacaan yang disunatkan pada ketika ruku, I,tidal, sujud,duduk antara dua sujud.

9. berdiri sembahyang dengan satu kaki.

10. sembahyang ditempat ibadah orang nasrani atau yahudi dll.

11. menguap.

12. menahan berak atau kencing atau kentut, padahal waktu sembahyang.

Tapi kalau waktu sembahyang hampir habis maka dibolehkan menahan tersebut selama tidak mengganggu kekhusukan sembahyangnya.

13. menyaringkan bacaan pada sembahyang djohor, ashar, atau mamelankan bacaan pada sembahyang magrib,isya,subuh.

14. dalam keadaan yang sangat lapar dan haus,sedang makanan dan minuman sudah tersedia dan waktu sembahyang masih panjang,maka dalam hal ini lebih baik makan dulu baru sembahyang, kecuali waktu hamper habis maka sembahyang dulu baru makan.

 

 

 

K. Adab imam dan ma’mum dalam sembahyang

 

(1). Adab /Aturan menjadi imam dalam sembahyang

a). imam berdiri paling depan

b). imam memulai takbiratul ihram setelah selesai qamat dan setelah meratakan shaf.

c). dalam gerakan atau bacaan sembahyang, hendaklah jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat, membaca surah jangan yang terlalu panjang.

d). imam menyaringkan suaranya ketika takbiratul ihram supaya didengar oleh ma’mum.

e). imam berniat bahwa dia menjadi imam, kalau tidak, maka sembahyangnya shah saja tetapi tidak mendapat fadhilah jama’ah.

f). imam menyaringkan bacaan surah fatihah dan surah pada rakaat pertama dan kedua pada waktu sembahyang maghrib, isya, dan shubuh.

g). waktu mengucapkan “amiin” setelah surah fatihah maka imam dan ma’mum hendaklah mengucapkan bersama-sama, jangan terdahulu dan jangan terkemudian.

h). setelah bacaan surah fatihah, maka imam berdiam sebentar barulah membaca surah.

i). pada ketika mengucapkan salam, maka imam berniat seakan-akan menyalami ma’mum.

j). waktu sembahyang shubuh, imam membaca do’a qunut, hendaklah dijama’kan misalnya “ Allahummah dina fii man hadait” dan seterusnya sambil mengangkat kedua tangan seperti berdo’a.

k). khusus sembahyang jum’at maka imam wajib berniat menjadi imam karena sembahyang jum’at tidak shah kalau tidak berjama’ah.

(2). Adab / aturan menjadi ma’mum dalam sembahyang.

a). ma’mum berdiri dibelakang imam.

b). ma’mum jangan menyamai apalagi mendahului gerakan imam.

c). berniat menjadi ma’mum supaya mendapat fadhilah jama’ah.

d). setelah selesai imam membaca surah fatihah yang dengan suara nyaring maka ma’mum mengucap “amiin” dengan suara nyaring bersama imam, selain itu ma’mum hanya bersuara pelan.

e). ma’mum tidak membaca surah dirakaat pertama dan kedua, cukup imam saja kecuali ma’mum tidak mendengar bacaan iam.

f). ma’mum berniat ketika salam seakan-akan menjawab salamnya imam.

g). setelah selesai sembahyang maka ma’mum jangan berangkat sebelum imam berangkat.

h). ma,mum hanya mengucapkan;Amiin’ pada waktu imam membaca doa, qunut melainkan ketika membaca”Fa innaka taqdhii wa la yuqdhaa alaik” sampai habis maka ma,mum membaca sendiri-sendiri sambil mengangkat

i). jangan berdiri sendiri diluar shaf.

j). khusus sembahyang jum’at maka ma’mum wajib berniat menjadi ma’mum karena solat jum’at tidak shoh kalau tidak berjamaah.

k). ma’mum mengikuti gerakan imam dan ma’mum dalam sujud atau sujud sahwi terkecuali ma’mum mufaraqah dari imam.

Berjikir  setelah sembahyang

Disunatkan membaca jikir sesudah salam karena ada hadist nabi saw yang menganjurkan kita untuk berjikir sesudah sembahyang, diantaranya

من قال قبل ان ينصرف ويثني رجله من صلاة المغرب والصبح لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد بيده الخير يحي ويميت وهو على كل شيئ قدير عشر مرات كتب له بكل واحدة عشر حسنات ومحيت عنه عشر سيئات ورفع له عشر درجات وكانت حرزا من كل مكروه وحرزا من الشيطان الرجيم                                                                                             

Artinya : barangsiapa membaca sebelum ia berpaling dan melipat kakinya daripada sembahyang naghrib dan shubuh yaitu laa ilaaha illallaaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khairu yuhyii wa yumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir 10x. maka ditulis baginya tiap-tiap satu kali dengan sepuluh kebaikan dan dihapus dengan sepuluh kesalahan serta diangkat baginya sepuluh derajat, dan dia terpelihara dari tiap-tiap yang tidak diinginkan dan terhindar dari syaithan yang terkutuk.

Dan ada lagi hadist nabi saw riwayat dari sahabat shauban ra. Yang berbunyi:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثا وقال: اللهم انت السلام ومنك السلام تباركت يا ذاالجلال والاكرام                                                                        

          Artinya : rasulullah saw apabila selesai dari sembahyangnya maka beliau membaca istighfar 3x dan membaca allaahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzaljalaali wal ikraam

عن أبي أمامة رضى الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم                                     

“من قرأ اية الكرسي دبر كل صلاة مكتوبة لم يمنعه من دخول الجنة الا أن يموت ”                    

          Artinya: dari Abi Umamah ra. Bersabda nabi saw. Barangsiapa membaca ayat kursi sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu maka tidak ada yang melarangnya untuk masuk syurga kecuali mati.

وعن عقبة بن عامر قال:                                                                                            

“أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقرأ بالمعوذتين دبر كل صلاة”                           

          Artinya: dari ‘Uqbah bin ‘amir berkata: telah menyuruh rasulullah saw kepadaku untuk membaca surah al falaq dan surah an naas sesudah tiap-tiap sembahyang.

وعن سيدنا أبي هريرة رضى الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم                             

“من سبح الله في دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين ، وحمد الله ثلاثا وثلاثين، وكبر الله ثلاثا وثلاثين، فتلك تسعة وتسعون، وقال تمام المائة: لااله الاالله وحده لاشريك له، له االملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، غفرت خطاياه وان كانت مثل زبد البحر”                                         

          Artinya : dari Abi Hurairah ra. Telah bersabda rasulullah saw.: barang siapa bertasbih kepada Allah pada setiap habis sembahyang sebanyak 33x dan bertahmid sebanyak 33x dan  bertakbir sebanyak 33x maka jumlah keseluruhan sebanyak 99x. dan menyempurnkan menjadi seratus yaitu dengan membaca laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Maka diampuni segala kesalahannya sekalipun seumpama buih dilautan.

Habib Hasan seggaf  mengatakan sunat bagi orang sembahyang berjamaah bahwa mengeraskan suara mereka dalam berjikir sesudah solat dengan jikir –jikir yang kami sebutkan tadi berdasarkan hadist dari ibnu Abbas ra berkata:

اان رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم                                                                                                             

Artinya: bahwa mengangkat suara dengan jikir ketika selesai manusia dari solat fardhu itu pernah terjadi pada zaman nabi saw.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: